Kode tittlebar AlcaedeiaZ: Cara mengkonfigurasi Router Sisco
AlcaedeiaZ

Senin, 06 Desember 2010

Cara mengkonfigurasi Router Sisco


Router bertugas untuk menyampaikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya, jaringan pengirim hanya tahu bahwa tujuan jauh dari  router.  Dan routerlah yang mengatur mekanisme pengiriman selain itu  router  juga memilih “jalan terbaik” untuk mencapai tujuan. Ada dua jenis router berdasarkan cara ruting-nya, yaitu Router Statis dan Router Dinamis.
1. Router Statis
Router Statis adalah Router yang me-rutekan jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP "internetwork". Rute Statis  - Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau meng"update" rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork). Mengkonfigurasi router statis adalah dengan memasukkan tabel routing secara manual. Tidak terjadi perubahan dinamik dalam tabel ini selama jalur/rute aktif.  
2. Router Dinamis
Router Dinamis adalah Router yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara otomatis oleh router itu sendiri sesuai dengan konfigurasi yang dibuat. Jika ada perubahan topologi antar jaringan, router otomatis akan membuat ruting yang baru.
Tabel Routing
Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data, maka router harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus dikirim ke jaringan yang mana? Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing yang berisi NETID dan Default gatewaynya.
Mengkonfigurasi static routing 
Membangun static routing pada router-router tidak begitu sulit. Anda tinggal masuk ke global configuration mode dan jalankan formula berikut pada masing-masing router yang akan dikonfigurasikan :

Ip route <destination><mask><next_hop_address>
Berikut ini adalah detail untuk masing-masing opsi :
Ip route                    perintah untuk membuat static routing itu sendiri
Destination           :   network tujuan yang hendak ditambahkan ke routing               table
Mask                       :   subnet mask yang digunakan dalam network
Next_hop_address  :   address dari hop router selanjutnya, yakni yang akan menerima paket dan mem-forward-nya lagi ke network remote. Tidak lain berupa interface router dari router dari network secara langsung.
Contoh :
Router(config)#ip route 10.252.0.0 255.255.255.0 172.16.0.2

Artinya :
Ip network tujuan : 10.252.0.0
Mask                    : 255.255.255.0
IP Next hop          : 172.16.0.2

1.1.   Mengkonfigurasi static routing pada Packet Tracer

Simulasikan desain jaringan di bawah ini, gunakan Static Routing

1.  Konfigurasi masing-masing PC :
PC 1 : 192.168.2.2
PC 2 : 192.168.2.3
PC 3 :  192.168.1.2
PC 4 : 192.168.1.4
PC 5 : 10.0.0.3
PC 6 : 10.0.0.5
PC 7 : 10.0.1.2
PC 8 : 10.0.1.6 


Klik pada PC yang akan diset. Pilih menu Desktop. Pada IP Configuration, ketik IP Address, subnet mask dan default gateway (nomor IP dari Router yang terhubung langsung ke PC tersebut).

2.  Konfigurasi masing-masing Router
Klik router yang akan dikonfigurasi. Pilih menu Config. Pilih Interface   Serial 1/0. Isi IP Address dan Subnet Mask-nya. Jangan lupa ON kan Port Status.  Lakukan hal yang sama untuk interface yang lain (serial maupun fastethernet).  Khusus untuk koneksi serial, jika router yang dikonfigurasi merupakan sisi DCE, isilah clock rate yang besarnya tergantung dari setting yang diinginkan. 

Router 2 
Serial 1/0 : 172.16.1.1       DCE
Fe 0/0       : 192.168.2.1

Router 0  
Serial 1/0 : 172.16.1.2     DTE
Serial 2/0 : 172.16.0.1     DCE
Fe 0/0      : 192.168.1.1

Router 1 :
Serial 1/0 : 172.16.0.2    DTE
Fe 0/0      : 10.0.0.1
Fe 0/1      : 10.0.1.1



3.  Jika seluruh device sudah selesai dikonfigurasi, lakukan pengecekan koneksi antar masing-masing device tersebut dengan perintah ping.


Pada masing-masing router tambahkan perintah :
ip route <network IP> <netmask> <next hop>

Router 0 :
Router(config)#ip route 10.0.0.0 255.255.255.0 172.16.0.2
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.1.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 172.16.1.1

Router 1 :
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.0.1
Router(config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.252 172.16.0.1
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.0.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 172.16.0.1

Router 2 :
Router(config)#ip route 10.0.0.0 255.255.255.0 172.16.1.2
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.1.2
Router(config)#ip route 172.16.0.0 255.255.255.0 172.16.1.2

Untuk melihat seluruh konfigurasi ip route di masing-masing router, ketik perintah show ip route   pada priviledged mode

1.2. Mengkonfigurasi static routing pada Router Fisik
 Disain jaringan sama seperti gambar 2. 
Siapkan peralatan sebagai berikut : 3 buah router (2811), 4 buah switch (2960) dan 8 buah PC.  Langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.     Pasang interface serial pada slot yang kosong pada router. Cara instalasinya sama seperti yang dijelaskan di Packet Tracer.


2.     Siapkan kabel Rollover. Hubungkan sisi konektor RJ-45 ke Console di Router dan sisi konektor DB 9 ke bagian port serial COM 1.


3.     ON kan device tersebut. Pada PC, masuk ke  Hyperterminal.  Set parameter  bit per second, data bit, parity, stop bit dan flow control dengan nilai 9600,8,N,1,N


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar